12/15/09

Surat Untuk Diri.

Apalah hak bila berbual soal pilihan
Titik bertindih bersilang seli

Kita gaduhkan nikmat dan peluang lepas
Semata-mata demi kita
Diri nadir kita

Walaupun hujan cerminkan jiwa
Jangan lupa titisnya untuk kita imbaukan
Silam diri dan pilihan yang dikhianati

Kalau kau mahu 'kita' ini menjadi
Kau buta sebelah mata
Layanan ini cuma hasil akrabnya kita
Bukan benda-benda bodoh yang kau sengaja tempelkan di dahi berjerawatmu

Khilafnya akal
Bila kita matikan suis-suis waras
Demi nafsu

Cemburu bertenggek, itu tanda kasih

Kata kau; jangan risau
Sebab dunia ini berkisar di sebalik zahir dirimu
Kata kau lagi; agung dirimu wajar kusanjung
Sebab kau terlalu hebat untuk dibuang

Hak kau dan kita-kita adalah menjadi saksi
Sementara yang menulis adalah ilmu yang terlintas hati di saban hari-hari
Ya. kebenaran yang pahit adalah takal keupayaan masa depan
Dan untuk kali ini, kebenaran adalah kelemahan. kurang hebat barangkali

Kata-kata awal tadi adalah bohong.

Jadi apalah pilihan bila berbual soal hak, kawan?

Sebab kau tiada pilihan. selain pasrah. dan berhenti bersudah-sudah.

No comments:

Post a Comment