12/17/10

Syahdu

Rasanya menusuk jauh
Getarnya sampai ke sanubari

Kelopak mata tak tertanggung lagi
Sampai terluahkan sendu perpisahan

Lurus nun di hadapan
Ada cahaya silau
Terangnya nyilu anak mata
Kita menari-nari
Malas berlari.
Cahaya, ada di sana saja. Tak kemana-mana.

Dengung-dengung nyaring
Sahut bersahut. Menyapa. Bertanya khabar. Layankan saja. Bagai beradik yang terpisah lama.

Senyum. Susah kita mencari erti. Persetankan. Nanti datang sendiri.

Syahdu hati ini. Mengenangkan kelahiran dan kepergian.

Selamanya kita menghadap takdir. Doa dipohon berbakul-bakul. Makbul tak makbul. Semua berhukum.

No comments: